Sabtu, 14 Januari 20120 komentar
Sejumlah protes terhadap kekerasan terjadi di Papua beberapa kali terjadi.
Dalam survei yang dilakukan para Oktober-Desember, melibatkan 205 responden dari aparat, masyarakat dan para tahanan.
Dia menyebutkan dari 70 tahanan yang diwawancarai di penjara Jayapura dan Abepura, menyebutkan mereka mendapatkan penyiksaan selama proses penyelidikan oleh polisi, jaksa dan petugas lapas.Nurcholis Hidayat dari LBH Jakarta menyebutkan penelitian ini antara lain bertujuan untuk mengetahui indeks toleransi dari penegak hukum, korban dan masyarakat.
"Sekitar 61% dari para korban mengaku disiksa oleh kepolisian, mengalami kekerasan fisik, 31% responden dari tahanan menyebutkan mendapatkan jaksa pada saat penahanan dan sekitar 10% disiksa petugas lapas ketika dalam penghukuman.
Para korban mendapatkan penyiksaan fisik dan psikis. Bentuk kekerasannya menurut Nurcholis, antara lain tendangan tamparan, kekerasan seksual.
Sebelumnya, lembaga ini juga melakukan penelitian tahun 2009-2010 di Jakarta, Banda Aceh, Lhoksumawe, Surabaya dan Makassar. Penelitian yang dilakukan selama dua tahun itu menemukan polisi melakukan penyiksaan terhadap para tahanan dalam proses pemeriksaan untuk mengumpulkan bukti.
Sementara itu, Komnas HAM menyebutkan sepanjang tahun 2011 menerima lebih dari 40 pengaduan dari warga di Papua, yang sebagian besar tentang kasus kekerasan aparat.
Sumber BBC


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !