Sabtu, 03 Desember 20110 komentar
Aceh utara indofokus
Misbahul Munir ST yang akrap disapa Rahul ini merupakan sosok kepercayaan dari Organisasi Peralihan Aceh, dari kepercayaan tersebut ia berhasil mengangkangi kursi nomor dua ditingkat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten di Aceh Utara sejak lima tahun terakhir.
Namun, Sabtu malam, tanggal 10 November 2011 pekan lalu, tepatnya pukul 23.30 ia dan pasangannya Muksal Mina mantan ketua Asosiasi geucik se-Aceh mendatangi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara dengan membawa berkas dukungan suara dari masayarakat Aceh Utara guna mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati periode 2012-2017 mendatang. Dengan modal sebanyak 20.016 suara dukungan dari masyarakat tersebut dimalam titik terakhir proses penerimaan balon pemimpin daerah itu secara resmi ia terdaftar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Modus Aceh belum lama ini dari KIP Aceh Utara, dengan kehadiran Misbahul Munir sebagai pendaftar Balon Bupati beserta wakilnya, merupakan pasangan baru dan sebagai peserta terakhir, hal tersebut menjadikan jumlah pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Utara sebanyak lima belas pasangan dari jalur perseorangan serta ditambah satu pasangannya lagi dari gabungan partai. “rahul resmi mendaftar di titik waktu terakhir penutupan penerimaan balon bupati dan wabup, sekarang jumlah pasangan di Aceh Utara bertambah menjadi enam belas pasangan” kata Ketua KIP Aceh Utara, Muhammad Manan, seraya menuliskan nama-nama pasangan satu persatu diselembar kertas putih di meja kerjanya, Senin (12/11) minggu pekan lalu.
Tanggapan dan isu kecamanpun mulai terdengar remang-remang di pemerintahan Aceh Utara, apalagi di persatuan PA sendiri sempat terdengar isu, yang bahwa dengan terdaftarnya rahul sebagai calon bupati mendatang, maka pihak organisasi PA akan bersiap-siap menghapuskan namanya dari keanggataan persatuan Peralihan Aceh (PA), bukan hanya itu saja pasangan rahul yang terahkir terdaftar itu menggeserkan serta mengacak-ngacakan kegiatan KIP Aceh Utara.
Sela Mahkamah Konstusi yang dikeluarkan pada tanggal 2 Oktober lalu, seiring dengan dikeluarkannya pengumuman KIP Aceh pada tanggal 3 oktober selanjutnya, dengan Nomor 14/IX/2011 yang ditampilkan ketua KIP Aceh Utara kepada Media ini membuka peluang bagi pendaftar yang baru itu, yakni satu pasangan bakal calon dari Misbahul Munir dan Muksalmina.
Tarik ulur konflik regulasi, bukan hanya pemasalahan antara pro dan kontra proses jalur perseorangnya ini saja yang telah mengacak-acakan administrasi KIP setempat, pasalnya kegiatan demi kegiatan yang bertentangan dengan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya telah terjadi pergeseran dari aktifitas KIP itu sendiri, dari konflik regulasi belum kunjung berbatas batas waktu, namun sementara itu, terhadap pencalonan pasangan yang baru juga memberikan efek tambahan bagi KIP Aceh Utara.
“Dengan kondisi yang tarik ulur ini kegiatan kita di KIP menjadi bergeser, dengan demikian kita dari KIP Aceh Utara harus berbenah kembali, baik sosialisasi dan lainnya” kata Muhammad, ia juga mengatakan proses yang seharus dilakukan KIP itu, pada tanggal 7 November lalu merupakan pemberitahuan bagi calon yang telah memuhi syarat tapi konflik regulasi yang terjadi saat ini terpaksa verikasikasi calon ditunda “dari turunnya SK Tahapan program dan jadwal KIP Aceh untuk bukan Calon baru, yang seharusnya pada tanggal 7 November kemarin baik dari propinsi maupun Kabupaten/Kota sudah di umumkan pasangan calon persorangnan yang memenuhi syarat, karena kondisi mengatakan lain, maka proses pengumuman tersebut dibatalkan” imbuhnya
Dari penerimaan calon baru, hingga sampai batas waktu tanggal 10 november 2011, Ketua KIP Aceh Utara mengatakan “selanjutnya belum kami terima keputusan dari KIP aceh Jadwal tahapan Baru, sehingga eksesnya, jika kami sudah menerima jadwal tahapan baru, kapan kami verifikasi, perbaikan dan lainnya sebelum menunggu jadwalnya”.
Ia juga menjelaskan gugur tidaknya pasangan juga menunggu jadwal tahapan pengumannya, sosialisasi yang sebelumnya sudah disampaikan ketingkat Kecamatan, maka KIP Aceh Utara juga akan menggoyangkan Kasnya, pasalnya harus membuat sosialisai jadwal tahapan baru untuk disampaikan ketingkat kecamatan, semua terjadi perubahan yang harus dibuat ulang, sama halnya sosialisasi, walaupun prosesnya hanya dengan menempelkan pengumuman tetap membutuhkan anggaran, tambah lagi bagi pasangan baru yang harus melewati tahap-tahap yang telah ditentukan, sementara itu waktu yang dibutuhkan KIP saat ini sekitar 42 hari perubahan”, tambahnya.
Demikian juga tahapan-tahapan yang sudah selesai namun sudah terjadi pergeseran Masa kerja tingkat TPS juga Tinggkat kecamatan dan KIP sendri otomatis bertambah sehingga honor-honor terjadi penambahan mencapai dua bulan gaji petugas, termasuk pendataan pemilih juga terjadi penambahan, pasalnya pergerseran waktu hari Ha, serta terjadinya pengurangan dari Daftar Pemilih Tetap yang sudah meninggal dunia dan sebagainya juga harus didata ulang.
“Daftar Pemilihan tetap (DPT) yang kemarin, sudah menjadi DPS yang sekarang yang harus didata kembali sehingga untuk mendata ulang DPT, juga harus di bayar kembali, normalnya begitu.” Ungkap Muhammad, hingga saat ini diperkirakan sekitar 390.000 jiwa Daftar Pemilih sementara yang sudah terdata di KIP setempat.
Walaupun dalam kondusifnya keadaan KIP Aceh Utara, pihak KIP setempat tidak berbicara banyak terkait konflik regulasi Aceh, sama juga halnya tentang terdaftarnya Rahul sebagai pasangan baru calon Bupati dan Wabup yang bertentangan PA “kita tidak berhubungan dengan demo atau konflik regulasi yang terjadi di aceh, namun kita hanya menunggu keputusan KIP Aceh saja, karena segala peraturan dari KIP aceh” demikian ringkas Ketua KIP Aceh Utara itu.***
Misbahul Munir Alias Rahul :
Saya Bukan Perusak UUPA
“Saya tidak mendukung dalam kelompok independen dan saya tidak bergabung dalam kesatuan independen, Cuma saya lakukan ini dikarenakan politik yang saya miliki saja berbeda. Jika saya gabung dalam indenpenden berarti saya sudah mengkhinati kesatuan PA”.
Misbahul Munir Alias Rahul yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Kabupaten Aceh Utara, sangat mendalami bahwa dirinya dibesarkan oleh PA dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), kata-kata yang dikeluarkan nya diatas ia ucapkan, karena menganggap dirinya adalah putra pejuang yang sejati yang tidak ingin membuat konflik pribadi dengan kesatuannya sendiri, ia mengatakan tak lain tujuannya terkait perdaftaran dirinya itu sebagai Calon pasangan orang nomor satu Aceh Utara itu sebagai pasang badan, apapun tanggapan dan tundingan PA sendiri ia siap menerima, dan apakah tanggapan tersebut? dalam wawancaranya dengan Modus Aceh, Selasa (14/11) ia mengatakan sebagai berikut :
Anda dikabar sudah mendaftarkan diri sebagai pasangan Calon Bupati Aceh Utara mendatang ini Secara resmi di KIP, benarkah?
Iya, Alhamdulillah saya secara resmi sudah terdaftar di KIP sebagai Calon Bupati Aceh Utara, bersama pasangan saya Miksalmina, pada Sabtu Malam (10/11) tepatnya sekitar pukul 23.30 WIB, mendekati tengah malamlah.
Atas dasar apa anda mendaftar diri lewat jalur perseorangan, sementara organisasi mempertentangkan jalur tersebut?
Alasan saya yang pertama, saya menilai regulasi pilkada di Aceh belum tentu pangkal ujungnya, disatu sisi PA tetap memperjuangankan konfliks regulasi ini, sedangkan Pimilukada aceh dipaksakan
Siapa yang memaksakan?
Ya, Aceh kan dipaksakan untuk tetap Pemilukada seperti ketentuan MK dan pemerintah pusat, sedangkan PA disini juga tetap mempertahankan UUPA dan butir-butirnya secara utuh.
Langkah PA saya tetap mendukung, namun saya hanya memasangkan bandan saya melalui jalur perseorangan. Jika pun PA mendaftar tentunya saya akan mundur dari perseorangan, tidak mungkin saya melawan apapun cerita “PA nyan yah teuh” (PA itu merupakan ayah bagi kita-red) serta saya pun dibesarkan oleh PA dan GAM. cuma saya pun, saat ini mengambil sikap secara pribadi dalam kondisi bimbang antara jadi tidaknya pemilukada diaceh, jika pun jadi, PA sendiri tidak mendaftar, mungkin dengan saya mendaftar saya bisa mewakili PA. dalam detik-detik terakhir saya lihat pun PA masih juga tetap tidak mandaftar.
Apakah ada alasan lain yang menggiurkan anda untuk menjadi Bupati?
Alasan lain saya tidak ada, karena saya tidak merencanakan sebelumnya untuk menjadi bupati.
Terus bagaimana tanggapan PA terhadap anda saat ini?
Dalam dunia politik, pandangan tentunya berbeda-beda, PA tetap mempertahankan Komitmennya menjaga UUPA dan MOU, dan bukan berarti saya juga termasuk penghancur UUPA, namun pandangan saya berbeda termasuk pada saat saya mendaftar saya hanya memasang badan saja. Karena menurut saya, kita juga harus mengetahui semua lini, karena dikatakan juga sebelumnya sekarang ini antara perang senjata dan sudah beralih ke perang politik, makna bagi saya perang politik yaitu menguasai semua lini, dimana satu lini kita kosongkan, maka hal ini akan berefek ke lini yang lainnya, sehingga perang politik kita lemah, itu pandangan saya.
Jika anda dituding, kalau seandainya anda mempunyai power di dalam PA, serta kesempatan bisa anda raih, kenapa anda tidak berpihak dan memberikan dukungan melalui PA saja, bagaimana tanggapan anda?
Saya tidak mendukung dalam kelompok independen dan saya tidak bergabung dalam kesatuan independen, Cuma saya lakukan ini dikarenakan politik yang saya miliki saja berbeda. Jika saya gabung dalam indenpenden berarti saya sudah mengkhinati kesatuan PA.
Adakah anda di camkan sebagai pengkhianat dari kesatuan PA saat ini?
Saya rasa tidak, Hal itu sudah terbukti dipemberitaan-pemberitaan media yang bahwa saya bukan penghianat, karena saya tidak melawan PA adapun yang saya lawan ini merupakan lawan dari lawan PA sendiri, dan sayapun tidak pindah partai.
informasi yang menyebar luas, anda akan dikeluarkan dari PA, apakah benar demikian, lalu apa tanggapan anda?
Informasi yang di sampaikan Jubir, saya akan di recall, dikarenakan saya dianggap sudah melanggar kode etik PA, saya direcall, dan sudah sepantasnya karena sudah melanggar kode etik, demi marwah PA.
Sebatas apa anda direcall?
Sebatasnya ya saya di recall, dikeluarkan dari PA.
Yang diberikan oleh PA kepada saya saat ini kan belum ada sangsi apa-apa yang saya terima dalam bentuk resmi atau surat dari PA, Cuma informasi saya akan direcall jika pun saya direcall saya siap, dan saya tidak menuntut
Anda menyebutkan, anda akan mundur jika PA mendaftar. Bagaimana sikap anda jika PA mendaftar sementara anda tetap menerima sangsi recall tersebut? Apakah anda akan tetap mundur atau malah mempertahankan prisip sebagai bakal calon?
Saya berkonsekuensi, jika PA naik saya tetap mundur, karena saya tidak ada konflik pribadi dengan PA atau bahkan berniat melawan PA, itu adalah kebijakan dari Partai besar kita, walaupun hal tersebut tidak merubah sangsi-sangsi recall saya itu
Apakah pendaftaran tersebut, dikeranakan dorong dan sokongan dari pihak lain untuk anda?
Iya, saya mendapatkan dukungan dari berbagi pihak
Siapa?
Saya mendapatkan dorongan diantaranya, dari Pemuda dan Olah Raga, dari pejabat ditingkat desa serta para ulama Aceh juga mendukung saya dan bahkan sahabat PA sendiripun baik dari kalangan dewan maupun diluar kalangan anggota dewan, buktinya banyak dukungan orang itu untuk saya dalam bentuk pesan-pesan singkat di hp saya.
Diantara kisruh politik pemulikada aceh dan pendaftarkan diri, rahul beralasan dengan tanggapan, aceh saat ini sedang di hujam perang politik, serta dalam perang politik menurutnya segala sesuatunya bisa saja terjadi dengan berbagai kesimpulan akhir, “yang kita butuhkan adalah hasilnya apa dan tujuannya juga apa?, apakah dengan saya memilih jalan mendaftar sebagai calon bupati mendatang ini mengarah kearah mana, apakah perbaikan ataupun kemuzharatan, hasillah yang menentukan, dalam hal ini saya berkomitmen berkaitan masa pilkada semakin didesak jika saya didalam, maka orang kita ini bisa membatu demikian juga saya didalam, jadi kekuatan kita masih tetap bertahan sebagai mana yang kita harapkan bersama. Saya berkeyakinan pemilukada tetap akan berjalan sebagaimana yang telah dirancang oleh pemerintah pusat. Jika proses indenpenden gagal dan tidak sejalan dengan tetapan UUPA tanpa orang dalam apa yang akan terjadi, sedangkan tiga puluh dua kursi anggota di DPRK asal PA ini, tentu akan menjadi sia-sia dan perlawanan politik dalam antara pihak kita sendiri yang tidak akan pernah singkron” demikian Misbahul Munir Alias Rahul.***


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !